Kedai Ketan Punel Surabaya, Kedai Unik Sajikan Ketan Aneka Rasa

Kedai Ketan Punel Surabaya, Kedai Unik Sajikan Ketan Aneka Rasa. Hidangan ketan selama ini akrab di lidah orang Jawa. Di Jawa Timur, ketan biasanya disandingkan dengan parutan kelapa dan bubuk kedelai. Namun, apa jadinya bila makanan ketan diguyur dengan buah durian? Wuihhh, pasti bikin ketagihan!

Kedai Ketan Punel Surabaya

Tiap lewat jalan raya Darmo Surabaya, Kedai Ketan Punel selalu melambai ingin dihampiri. Kedai dengan kursi bambu yang dipayungi tenda dominan hijau memaksa saya mampir untuk sekedar ber- say hello, apa sih yang dijual di Kedai Ketan Punel?

Masuk ke halaman Kedai, lahan parkir bersedia menampung puluhan motor. Meja dan kursi yang tersedia lumayan luas untuk dipakai ‘rapat’. Rapat bersama komunitas, Rapat bersama rekan kantor, bahkan rapat bersama pasangan. Suasana makin mesra ketika aroma kembang Sedap Malam menusuk hidung. Ada-ada saja kreatifitas pemilik Kedai ini. Untuk memancing pelanggan betah berlama-lama di Kedai, setiap meja di sajikan sepiring kembang dan lampu teplok khas rumah ndeso. Jika kurang modal ber- candle light dinner di Resto mewah, Romantis-romantisan di Kedai Ketan Punel bisa jadi solusi membahagiakan. Yang penting dapat suasana reman-remangnya, kan? Hehe..

Suasana Kedai Ketan Punel

Suasana Kedai Ketan Punel

Menikmati Ketan Punel bisa milih tempat yang kalian suka. Mau nangkring di kursi atau mau leyeh-leyeh sambil lesehan, semua Oke! Sama-sama nyamannya, kok..

Nah saatnya pesen makanan..

Eits, jangan macam-macam cari makanan di sini. Yang pasti kalian gak akan menemukan menu selain ketan. Iya, Ketan! Namanya juga Kedai Ketan Punel, jelaaas menu yang disajikan ketan sajoo..

Ops! Jangan berkecil hati dulu.. makan ketan di sini gak akan bikin eneg. Karena ketan yang suguhkan memiliki varian aneka rasa. Apa saja rasanya?

Macem-macem.. ada rasa Durian, Cokelat Susu, Rainbow, Keju Susu, Serundeng Pedas, Telur Abon dan lain-lain.

Kedai Ketan Punel Surabaya

Dari sekian rasa, saya pun pesan Ketan rasa Durian. Penasaran kayak apa sih ketan rasa durian. Begitu tersaji, ndilalah cocok dengan yang saya bayangkan. Ketan di taburi kelapa parut lalu di atasnya diberi tambahan buah durian.

Ketan Punel rasa Durian

Ketan Punel rasa Durian

Begitu menyentuh piring, hmmm.. aroma durian nikmatnya kemana-mana. Leher saya sampai tercekat dan lidah terasa trecep-trecep kena sengatan bau durian! Ditambah dengan penampilan piring ketan yang dialasi daun pisang. Duuh, makin bikin merinding tenggorokan.

Yang gak suka durian, bisa milih rasa yang lain. Ketan Rainbow misalnya. Ketan Rainbow adalah ketan yang ditaburi parutan kelapa warna-warni dengan rasa yang manis. Ketan ini cocok bagi yang suka makan ketan rasa original. Andaikan gak ada durian, Ketan Rainbow pasti jadi alternatif kedua saya.

Aneka Rasa Ketan.. Dipilih.. dipilih.. dipilih..

Aneka Rasa Ketan.. Dipilih.. dipilih.. dipilih..

Untuk minum saya pilih Es Coklat. Dari sekian Warung Kopi yang pernah saya datangi di Surabaya, baru kali ini nemu kedai yang menyajikan menu es coklat. Bisanya es teh lagi, es teh lagi.. 😀

Harga menu Ketan yang dipatok di Kedai ini standart. Sepiring Ketan Punel dengan toping durian di brandol 15 ribu Rupiah dan Es Coklat 8 ribu Rupiah.

Kedai Ketan Punel Surabaya

Selain Es Coklat, ada minuman lainnya. Yang suka minuman hangat ada wedang uwuh, Teh Jahe, Jahe Sereh, Susu Jahe, Kopi Jahe, dan Bandrek. Nikmat banget malam-malam lapar mampir Kedai Ketan Punel. Makan Ketan sambil ngewedang..

Aneka minuman dan wedang di Kedai Ketan Punel

Aneka minuman dan wedang di Kedai Ketan Punel

Hadirnya Kedai Ketan Punel di Surabaya menjadi alternatif tempat cangkruk selain Warkop. Meskipun menunya tak seramai di Warung Kopi, tapi cukup lumayan buat ngganjel perut. Apalagi sambil menikmati suasana jalan Darmo malam hari yang aduhai dan Taman Bungkul yang tak pernah mati gaya oleh tingkah pengunjungnya.

Kedai Ketan Punel Surabaya, Kedai Unik Sajikan Ketan Aneka Rasa dapat mengobati rasa kangen jajanan ndeso ala kampung halaman. Tekstur Punel ketannya melekat di lidah dan menggoyang seluruh persendian gigi dengan nikmatnya.

Kedai Ketan Punel Surabaya

Kedai Ketan Punel
Jalan Raya Darmo no. 116 Surabaya
Buka Jam 15.00 – 23.00

Wisata Hoofdbureau: Napak Tilas Jejak Perjuangan Kepolisian di Surabaya

Wisata Hoofdbureau: Napak Tilas Jejak Perjuangan Kepolisian di Surabaya. Sebuah pengalaman mengesankan mengikuti kegiatan Wisata Hoofdbureau yang di adakan oleh jajaran Polrestabes Surabaya pada 28 Mei 2016, lalu. Tak sekedar jalan-jalan keliling kota Pahlawan saja, sekaligus juga mengenal jejak sejarah perjuangan Kepolisian Republik Indonesia pada masa merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Wisata Hoofdbureau

Ketika membaca Roundown acara Wisata Hoofdbureau, seketika itu saya teringat dengan buku karya Mbak Irma Devita yang berjudul Sang Patriot, Buku yang mengulas biografi Letkol Sroedji, seorang mantan kadet PETA yang gagah berani memberontak penjajah Jepang dan terlibat langsung dalam penyerangan Agresi Militer Belanda di bawah kepemimpinan Inspektur Kelas Satu Moehammad Jasin pada akhir tahun 1945.

Wisata Hoofdbureau: Napak Tilas Jejak Perjuangan Kepolisian di Surabaya dilepas oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Iman Sumantri beserta jajaran, serta penggagas Wisata Hoofdbureau, AKBP Andre J.W Manuputty.

Wisata Hoofdbureau

Dalam sambutannya, Bapak Iman Sumantri mengajak masyarakat Surabaya menciptakan suasana yang kondusif. Sebagai pelayan masyarakat, Kepolisian akan berusaha menciptakan Surabaya aman dan tentram. Dikenal dengan kota Pahlawan, Polrestabes Surabaya mendukung acara Wisata Hoofdbureau sebagai bagian memperkenalkan perjalanan sejarah Kepolisian di Surabaya.

Saya, perwakilan Netizen Jatim dan Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Iman Sumantri didampingi Wakapolrestabes Surabaya

Saya, perwakilan Netizen Jatim dan Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Iman Sumantri didampingi Wakapolrestabes Surabaya

Bapak Andre J.W Manuputty juga tak kalah semangat menyambut rekan-rekan netizen yang hadir sekaligus mengumumkan bahwa diakhir acara akan diadakan Kuis Wisata Hoofdbureau. Konsep Kuis Wisata Hoofdbureau tak ubahnya Kelompencapir. Semoga kalian masih ingat acara itu, kalau gak ingat mintalah petunjuk kepada Mbah Google 😀

Mantan Kasatlantas SUrabaya, AKBP Andre J.W.Manuputty memberikan sambutan

Mantan Kasatlantas SUrabaya, AKBP Andre J.W.Manuputty memberikan sambutan

Wisata Hoofdbureau mengunjungi 8 titik spot di seluruh Surabaya yang sebagain besar adalah bangunan cagar budaya, yaitu Gedung RRI Surabaya, Monumen Perjuangan POLRI, Gedung St. Louis, Gedung Wismilak, Polsek Tegalsari, Gedung Don Bosco, Polsek Bubutan, dan Polrestabes Surabaya

1. Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya

Gedung RRI berlokasi di jalan Pemuda Surabaya. Jika kalian pernah sekolah TK di Surabaya, pasti pernah masuk ke gedung ini. Seperti saya hehe..

Prasasti RRI Surabaya

Prasasti RRI Surabaya

Saat masuk ke gedung ini, rombongan Wisata Hoofdbureau disambut oleh Ibu Dra. Yuvita Tri Redjeki, Kepala RRI Surabaya. Dihadapan para netizen, Bu Yuvita menjelaskan bahwa RRI memiliki peran penting dalam pertempuran 10 November 1945. Walau Bung Tomo saat itu tidak melakukan siaran di RRI, tetapi di Radio Pemberontak, namun RRI juga turut meneruskan pidato Bung Tomo.

Jika kalian masuk ke gedung RRI, maka akan menemukan ruang-ruang siaran dari mulai pintu masuk hingga ke lantai atas. Sesuai filosofi RRI, orang masuk langsung lihat siaran. Pas sekali dengan motto RRI, Sekali di Udara tetap di Udara.

2. Monumen Perjuangan POLRI

Monumen Perjuangan POLRI terletak di perempatan Darmo, bersilangan dengan jalan Polisi Istimewa. Monumen ini diresmikan pada tahun 2008 sebagai monumen untuk mengenang Barisan Polisi Istimewa yang memproklamirkan diri menjadi bagian Polisi Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945 dibwah pimpinan Inspektur Polisi Kelas Satu, Moehammad Jasin.

Wisata Hoofdbureau

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamsi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia.”

Soerabaja, 21 Agoestoes 1945 Atas nama Seloeroe warga Polisi, Moehammad Jasin-Inspektoer Polisi Kelas I

Saat malam hari Monumen Perjuangan Polri terlihat cantik, ada lampu warna-warni yang menghiasi setiap huruf yang terangkai. Monumen Perjuangan Polri menjadi salah satu destinasi taman kota di Surabaya yang layak untuk dikunjungi.

3. Gedung St. Louis

Melalui Jalan Polisi Istimewa Surabaya, pasti melewati SMAK St. Louis 1. Mengikuti Wisata Hoofdbureau inilah saya baru tau bahwa Gedung St. Louis dulunya pernah digunakan sebagai markas Polisi Istimewa dan sebagai tempat latihan baris berbaris pimpinan Moehammad Jasin pada tahun 1943.

Wisata Hoofdbureau

Dalam catatan sejarah, Gedung St. Louis dibangun oleh arsitek Belanda dan memiliki peran perjalanan Kemerdekaan Indonesia di Surabaya. Di tempat ini juga cikal bakal Brimob berdiri. Bahkan masyarakat Surabaya tak banyak tau bahwa St. Louis turut mengibarkan bendera merah putih pertama kali di Surabaya pada 19 Agustus 1945.

Untuk mengenang jasa gedung St. Louis terhadap Kepolisian, peserta Wisata Hoofdbureau di minta baris berbaris yang diakhiri dengan kembali masuk kendaraan.

4. Gedung Wismilak

Selain Gedung St. Louis, masih ada lagi gedung yang bersejarah bagi Kepolisian RI, yaitu Gedung Wismilak. Lokasinya pas di pojokan jalan raya Darmo dan jalan Dr. Soetomo.

Bagi sebagian Arek Suroboyo, gedung ini masih dikenal sebagai Kantor Polisi walopun sekarang telah berubah fungsi menjadi Gedung Perusahaan Rokok.

Wisata Hoofdbureau

Dalam sejarahnya, di depan Gedung Wismilak ini pernah terjadi pelucutan senjata oleh Tentara Sekutu sehingga oleh Dinas Pariwisata kota Surabaya menjadikan gedung ini sebagai gedung cagar budaya.

Masuk ke dalam gedung ini kita akan disuguhi bangunan khas kolonial. Pintu-pintu putih berjajar rapi dengan jendela-jendela tinggi terbuat dari kayu. Di bagian dalam terdapat juga tangga kayu yang masih kokoh dilalui

5. Polsek Tegalsari

Hayoo siapa yang pernah nekat ambil jalur dari Embong Sawo ke jalan Tegalsari? Saya!! *nunjuk tangan* 😀

Jangan nekat lagi ambil jalur ke sini ya, karena sekarang jalan Basuki Rahmad, khususnya di depan jalan Embong Sawo diberi pembatas jalan. Dan siapa sangka bahwa ternyata Polsek Tegalsari dijadikan sebagai salah satu gedung cagar budaya di Surabaya. Sayangnya, tak banyak informasi yang didapat seputar gedung Polsek Tegalsari terkait sejarah dan asal-usulnya.

Sudut jalan Basuki Rahmad

Sudut jalan Basuki Rahmad

6. Gedung Don Bosco

Wisata Hoofdbureau

Sekilas dilihat Gedung Don Bosco memiliki ciri khas bangunan kolonial. Gedung yang berlokasi di jalan Tidar Surabaya dan saat ini menjadi Panti Asuhan Don Bosco memiliki kaitan erat terhadap pertempuran Arek-arek Suroboyo. Dulunya, di gedung ini di jadikan sebagai tempat penyimpanan senjata pasukan Jepang.

Wisata Hoofdbureau

7. Polsek Bubutan

Polsek Bubutan Surabaya memiliki sejarah berdirinya Kepolisian Republik Indonesia di Surabaya karena di snilah pertama kali tempat berkantornya Inspektur Polisi Kelas Satu Moehammad Jasin. Lokasi Polsek Bubutan berada di jalan Bubutan Surabaya

Narsis di tangga di Polsek Bubutan

Tangga di Polsek Bubutan

8. Polrestabes Surabaya

Sebelum menjadi Polrestabes Surabaya, gedung yang dikenal dengan sebutan Hoofdbureau van Politie yang berarti Kantor Biro Pusat ini telah menjadi kantor Militer pada jaman kependudukan Belanda. Saat ini bangunan tua peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1828, memiliki fungsi ganda, sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah milik Kepolisian yang dinamakan Museum Hidup.

Wisata Hoofdbureau

Itulah sedikit cerita perjalanan Wisata Hoofdbureau. Lelah kami terbayar lunas saat mengikuti ‘Kelompencapir’ Kuis Hoofdbureau. Ada 3 tim yang mengikuti Kuis, yaitu Tim Hoofdbureau, Tim M Jasin, dan Tim Monumen Polisi Istimewa. Pertanyaannya tidak sulit sebenarnya, namun penuh dengan intrik menjebak haha.. Serunya lagi bel tiap masing-masing tim berbeda dan malah tampak unik.

Tim Monumen Polisi Istimewa bawa bel kentongan :D

Tim Monumen Polisi Istimewa bawa bel kentongan :D

Mengikuti Kuis Hoofdbureau mengingatkan saya akan masa kecil dulu dengan mainan tebak-tebakan. Seru bangeettt..

Wisata Hoofdbureau: Napak Tilas Jejak Perjuangan Kepolisian di Surabaya membawa pulang banyak cerita dan kenangan. Terima kasih Kapolrestabes Surabaya, Bapak Iman Sumantri, Terima kasih untuk Bapak Andre J.W Manuputty, Terima kasih juga untuk Bapak Polisi ‘Jarwo’ yang menghibur kami di penatnya kota Surabaya, dan terima kasih saya untuk Bapak-bapak Polisi yang ramah dan baik menerima kehebohan kami… Anda semua hebaaattt. Bravo Polrestaber Surabaya

Inspirasi Pensil Faber-Castell menembus Kreatifitas Tanpa Batas

Inspirasi Pensil Faber-Castell menembus kreatifitas tanpa batas. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan di dunia ini, kecuali kemauan menembus daya imajinasi diri sendiri. Jejak inspirasi ada di mana-mana, di lingkungan sekitar, bahkan hal paling dekat, mengunggah mimpi-mimpi indah menjadi sebuah maha karya fenomenal.

Hari ini saya piknik ke Mall. Alaaahhh, piknik ke Mall aja kok bangga. Ya, sih, habisnya piknik ke pantai takut pigmentasi kulit, secara udara kota Surabaya udah kayak udara pantai, suam-suam kuku. Gak pakai piknik ke pantai pun, kulit saya sudah hitam eksotis cenderung legam. Enakan nge-Mall sambil ngadem 😀

Dance of Creativity, gaun karya instalasi pensil Faber=Castell

Dance of Creativity, gaun karya instalasi pensil Faber=Castell

Pengalaman piknik saya hari ini membawa pulang banyak manfaat. HP saya sampai penuh dengan foto-foto karya seni cantik, seneng banget, soalnya dalam dua hari ke depan ada bahan buat upload foto di Instagram hehe..

Ceritanya 30 Mei 2016, Faber-Castell sedang mengadakan Pameran seni dengan tema Kreativitas Tanpa Batas. Pameran ini berlangsung di Atrium Grand City Mall mulai dari 30 Mei hingga 5 Juni 2016.

Pameran Faber-Castell

Siapa sih yang gak tau Faber-Castell?
Ah, anak SD aja tau! 😀

Faber Castell adalah merek berbagai macam alat tulis. Mulai dari pensil, spidol, crayon, bolpoint, dan segala macam perangkat seni dan grafik. Kalau masih ingat jaman Ebtanas dulu yang mewajibkan murid pakai pensil 2B, seperti itulah pensil Faber-Castell. Kualitas hitamnya legam baik, mirip kulit eksotis saya.

Inspirasi Pensil Faber-Castell menembus kreatifitas tanpa batas. Pameran Seni Faber-Castell di Surabaya menampilkan maha karya seni paling kreatif yang pernah saya lihat. Ada baju yang disusun dari 5000 butir pensil, lukisan Monalisa yang diaplikasikan dari pensil, lukisan akrilik warna diatas textil payung, lukisan-lukisan menawan. Ada juga replika kapal pinisi yang dibuat dari ribuan tutup connector pen! Siapa yang gak terbelalak, indah dan cakep-cakep pokoknya!

The Look . Karya seni memang harus di lihat dan dinikmati, kan? 🙂

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Sebagai produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia, Faber-Castell mendukung pembentukan generasi kreatif di Indonesia. Pameran ini sebelumnya terselenggara di beberapa kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, pekan ini di Surabaya, selanjutnya beralih ke Medan. Dipilihnya kota Surabaya dalam ajang pameran ini karena Surabaya sebagai salah satu kota besar yang banyak tumbuh orang-orang kreatif.

Creative Marker on Canvas media sepatu

Creative Marker on Canvas media sepatu

Sejak tahun 2011, Faber-Castell aktif mengadakan kegiatan yang bersifat kompetisi, diantara lomba gambar kategori nasional untuk anak-anak yang diikuti puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia, lomba kepedulian lingkungan menggunakan produk Art & Graphic, dan untuk memicu semangat menulis di atas media kertas, Faber-Castell juga menantang kaum muda Indonesia melalui lomba menulis cerita pendek. Kalau gak salah ingat, ada beberapa teman blogger yang pernah ikut kompetisi ini.

Creative Marker on Plastic

Creative Marker on Plastic

Dalam jumpa pers hari ini, pembukaan Pameran Seni Faber-Castell di hadiri oleh Ibu Walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Dalam sambutannya, Bu Risma mengajak orang tua agar membebaskan anak-anak aktif berkreasi. Bu Risma mengingatkan orang tua agar jangan terlalu melarang anak-anak berbuat sesuatu. Anak yang aktif dapat melatih kecerdasan otak kanan dan otak kiri berjalan bersamaan. Di mata Bu Risma, setiap anak berhak sukses karena kunci sukses seseorang berawal dari kedisiplinan mereka.

Pameran Faber-Castell

Sepakat dengan yang disampaikan Ibu Walikota, Fransiska Remila, Brand Manager PT Faber-Castell International Indonesia, bahwa negeri yang berhasil adalah negeri yang memiliki kreatifitas tinggi. Kreatifitas tak harus dimiliki para seniman karena kreatifitas sebagai dasar inovas kesejahteraan dan kesuksesan.

Jalasveva Jayamahe, perahu Pinisi dari connectorpen

Jalasveva Jayamahe, perahu Pinisi dari connectorpen

Tentang Hari Pensil dan Legenda Pensil Castell 9000

Pernah dengar Hari Pensil? Saya sih, belum huahaha..

Dalam catatan sejarah, seorang seniman dunia, Vincent Van Gogh, pernah menuliskan sebuah surat kepada temannya, seperti ini bunyinya:

“Saya ingin menceritakan kepadamu mengenai sebuah pensil yang Saya dapatkan dari Faber, pensil ini sangat ideal dari sisi ketebalannya, sangat lembut dan memiliki kualitas yang sangat baik, hitamnya sangat baik dan sangat cocok digunakan untuk skala besar”

Mona Lisa

Mona Lisa

Kelahiran Van Gogh pada 30 Maret 1853 dan tercatat pernah menggunakan pensil Faber-Castle, dijadikan sebagai peringatan Hari Pensil. Kesuksesan besar Van Gogh sebagai seorang seniman tak diragukan lagi, maha karya seni yang dihasilkan Van Gogh semua diawali dari sebuah goresan pensil.

Semua dimulai dengan pensil, dari catatan kecil, sketsa sederhana atau coretan acak, serta sumber dari inspirasi dan ide yang tidak mungkin dapat diwakilkan dari benda lain.

Charly

Charly

Dalam karya seni, pensil dianggap alat paling sederhana yang berperan penting dari titik awal kreasi, yang berdampak pada dunia, ranah seni, sastra hingga ilmu pengetahuan. Sebagai merek pensil tertua, Faber-Castell memiliki pensil legendaris, namanya Castell 9000. Uniknya, pensil Castell 9000 dikenalkan pada tahun 1905 dan hingga saat ini tidak mengalami perubahan bentuk. Hexagonal Castell 9000 tidak licin di tangan serta dilengkapi lead (isi pensil) yang terdiri atas 16 tingkatan kekerasan.

Connectorpen plan

Connectorpen plan

Perkembangan negara maju tampak sekali menunjukkan proses kreatif. Dari Creative Thinking menjadi Creative Making. Seperti yang tampak mewah pada Pameran Faber-Castell sebuah karya instalasi menggunakan medium pensil yang dibuat oleh seorang seniman asal Jerman, Kerstin Sculz.

Acrylic Colours on Textile media Payung

Acrylic Colours on Textile media Payung

Inspirasi Pensil Faber-Castell menembus kreatifitas tanpa batas bisa teman-teman temukan di Pameran Seni Faber-Castell di Grand City Surabaya. Selama pameran berlangsung, banyak kegiatan seru yang bisa diikuti, seperti Workshop menggambar Desain Karakter, Mewarnai & Craft bersama Faber-Castell, Mewarnai Buku Colouring for Relaxation, Bermain seru di Connectorpen Pool dan Creative Marker & Acrylic Colour. Jadi, jangan sampai gak lihat, ya, sayang banget, lho! Bertabur hadiah juga! Saya sudah borong hadiah banyak tadi… 😀

Merayapi Sejarah Islam di Masjid Paneleh Surabaya

Merayapi Sejarah Islam di Masjid Paneleh Surabaya. Haaii, pernahkah kalian merasa bangga telah menemukan sejarah peradaban yang belum banyak di ketahui orang? Hmm, maksudku tempat bersejarah tapi (entah) tidak diketahui atau tidak tidak minati orang, padahal sungguh tempatnya sangat memukau..

Adalah Masjid Paneleh Surabaya, Masjid yang disebut-sebut sebagai saksi bisu penyebaran agama islam di Surabaya oleh Wali Songo.

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Merayapi Sejarah Islam di Masjid Paneleh Surabaya saya lakukan tiga hari lalu. Tiba-tiba kepikir ingin menunaikan sholat Dhuhur di Masjid Paneleh. Dari rumah sengaja di niatkan sholat ke mari, walaupun ada maksud lain yang tersembunyi, yaitu melihat lebih dekat detail Masjid Paneleh yang konon dianggap sebagai Masjid yang usianya lebih tua dari Masjid Ampel Surabaya.

Sayangnya saat itu saya kesiangan, tiba di Masjid, adzan sudah berkumandang. Setelah susah payah mencari tempat wudhu wanita, yang kemudian ketemu walaupun sempat bersusah-susah membuka pintu jati tua, jalur masuk area wudhu khusus wanita. Entah, karena lama tidak di buka atau memang kayunya yang semakin tua sehingga sulit sekali di dorong. So, saya jadi Makmun Masbuq!

Pintu terbuka itu adalah akses tempat wudhu wanita. Susah payah di buka, yang lewat hanya saya seorang :D

Pintu terbuka itu adalah akses tempat wudhu wanita. Susah payah di buka, yang lewat hanya saya seorang :D

Inspirasi sholat di Masjid ini awalnya dari sebuah artikel buletin bulanan YDSF. Di Majalah itu terpampang ruangan Masjid yang tampak indah. Tentang Masjid ini, sebenarnya sudah lama saya dengar, namun penyampaian lokasi yang tidak tepat mengurungkan saya datang ke mari. Namun, bagai sebuah petunjuk, buletin YDSF memberikan alamat detail, yaitu Jalan Paneleh V Surabaya. Seketika saya berangkat ke sana.

Gang masuk menuju Masjid Paneleh Surabaya

Gang masuk menuju Masjid Paneleh Surabaya

Dari Rumah saya berangkat jam 11. Dengan harapan tidak ketinggalan sholat sekaligus bisa ngobrol-ngobrol dengan warga sekitar. Rupanya mencari alamat Paneleh V sempat melumpuhkan keyakinan saya. Bagaimana tidak lumer hati semangat saya, meniti gang-gang sempit dan tak terlihat pun menara atau apalah yang memberikan ciri bahwa di dalam sana ada Masjid. Masjid lho ya, bukan Mushollah!

Tiba di mulut gang Paneleh V, saya meragu. Antara masuk atau mengurungkan niat. Dari depan gang sempit yang padat, sama sekali tak nampak ada bangunan Masjid. Dengan tetap menaiki motor, saya dan Mas Rinaldy masuk ke dalam gang. Berharap menemukan Masjid itu. Daan.. siapa sangka, ternyata di tengah-tengah (kurang lebih 4-5 rumah dari depan gang) tampaklah jendela-jendela kayu lebar yang terbuka seutuhnya.

Masjid Paneleh Surabaya tampak belakang

Masjid Paneleh Surabaya tampak belakang

Ini dia Masjidnya…. pekik saya dalam hati.

Eits, tiba-tiba ada seorang warga menegur kami bahwa di dalam gang, motor di larang keras dinaiki! Duh, kan.. andaikan ada rambu-rambu di depan gang, niscaya saya akan turun dari motor. Ya sudahlah, terlanjur, besok-besok kudu turun..

Selain jendela kokoh nan gagah, keberadaan Masjid ini bisa ditengarai dari lengkungan separuh lingkaran di bagian Imam. Ada sih menara, namun karena bentuknya sangat sederhana dan ketinggiannya tergerus bangunan rumah penduduk yang posisinya lebih tinggi menjadikan Masjid ini semkain tenggelam.

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Masjid Paneleh Surabaya memiliki banyak pintu masuk, di bagian depan dan samping. Tempat wudhu jamaah laki berada di bagian depan, bersampingan dengan pintu masuk. Di bagian atas terdapat untaian doa Masuk Masjid, doa Keluar Masjid dan doa Itikaf. Masjid ini juga dilengkapi loker khusus.

Menara Masjid yang sederhana. Bagian Imam dengan ventilasi bulat

Menara Masjid yang sederhana. Bagian Imam dengan ventilasi bulat

Begitu masuk, aura segar langsung menyambut saya. Bukan karena AC, dugaan saya langit-langit masjid tinggi dan luas membantu udara keluar masuk dengan lancar. Lantai bersih nan mengkilap memantulkan suasana sekitar, menyaput seluruh pandangan.

Tiang-tiang kayu jati berwarna keemasan yang menghiasi bagian tengah Masjid dikenali sebagai penyangga bangunan. Atap-atap kayu berwarna senada memenuhi atap bangunan, semakin menambah keeksotisannya. Di bagian 4 sisi atap Masjid terukir nama-nama Khulafaur Rasyidin; Abu Bakar Ash Shidiq ra, Umar Bin Khatab ra, Ustman bin Affab ra, dan Ali bin Abi Thalib ra. Yang paling terlihat mencolok adalah tulisan arab di ventilasi berbentuk segitiga yang tersebar di seluruh jendela. Jika di eja satu persatu akan terbaca nama-nama 25 nabi.

Masjid Paneleh

Saya sempat kebingungan mencari tempat wudhu khusus wanita. Beruntung ada seorang Bapak yang menuntun saya membawa ke sebuah pintu kayu jati di bagian sisi kiri Masjid. Lokasinya jauh ke dalam, hampir mendekati Imam sholat. Sisi yang saya indikasi sebagai tempat sholat wanita itu sepi, tak ada satupun jamaah perempuan. Yang tampak hanya kelambu penutup berwarna hijau dengan kipas angin menyala keras.

Si Bapak yang teramat sabar itu, selain menunjukkan tempat wudhu, beliau juga membantu saya membukakan aksesnya. Derit pintu membahana, dan hampir sedikit di paksa sambil si Bapak memaksa menyorongkan pintu berdua sisi itu agar terbuka. Meski saya berusaha membantu membuka slot-slot di bagian atas, tengah, dan bawah, tetap saja si pintu ngambek. “Apa karena jarang di buka?” seilidik saya.

Di ruang wudhu, terasa sekali sunyi. Ada bekas gudang kecil, seperti kesepian. Lantai kekuningan khas model lantai jaman dulu terasa kasar, seakan jarang tersentuh kaki. Namun yang lebih membahagiakan, air krannya mengalir kencang. Bagi saya itu lebih dari cukup. Begitupun air di kolam bilas kaki, tampak beniing sekali. menunjukkan bahwa meski jarang di lewati, namun takmir menjaga sekali kebersihan tempat wudhu masjid ini. Konon, air wudhu di Masjid ini memiliki berkah dan khasiat. Percaya atau tidak, saya telah merasakan air wudhu di Masjid ini. Memang segar! Allahu Alam Bishowab.

Sudut lain tempat wudhu wanita. Pintu belakang dengan undak-undakan  yang mirip gapura kawasan Ampel

Sudut lain tempat wudhu wanita. Pintu belakang dengan undak-undakan yang mirip gapura kawasan Ampel

Menurut sejarah, Masjid ini didirikan oleh Kanjeng Sunan Ampel pada 1421. Meski saya tidak melihat prasasti, namun dinding bangunan dan pilar 10 kayu jati telah mewakili jawaban.

PANELEH MASJID

PANELEH MASJID

Merayapi Sejarah Islam di Masjid Paneleh Surabaya berakhir dengan perasaan takjub. Menyesal saya tidak mengetahui masjid ini dari dulu. Dan diam-diam saya mencintai Masjid Paneleh Surabaya.

Tips jitu jalan-jalan ke Bali bermodal duit cekak

Tips jitu jalan-jalan ke Bali bermodal duit cekak. Bali masih menjadi destinasi wisata idaman semua orang kala liburan. Dari yang wisata mewah dengan segala pilihan penginapan bintang lima, hingga backpacker yang hanya bermodal kesetiaan jalan-jalan murah. Yang penting judulnya Jalan-jalan ke Bali dan puas delosoran di pasir pantai Kuta sembari menikmati Sunset.

Surabaya rasa Bali

Surabaya rasa Bali

Sebentar lagi liburan tiba. Jangan gadaikan niat liburanmu bila hanya tak memiliki cukup modal. Liburan keluarga ke Bali jika benar-benar dilakukan dengan niat tulus, duit cekak pun tak jadi masalah, yang hanya perlu dilakukan adalah tunjukkan tekad dan jiwa nekatmu. Insya Allah liburan di Bali terlaksana dengan baik , minimal bisa selfie berlatar Tanah Lot dan memotret duit lima puluh ribu berlatar Pura di tepi Danau Beratan, Bedugul

Agar jalan-jalan serba nekat itu berjalan tanpa hambatan, persiapkan sedini mungkin. Untuk membantu jalan-jalan minim-mu, saya akan membantu memberikan tips jitu jalan-jalan ke Bali bermodal duit cekak.

1. Bawa Ransel secukupnya

Ransel adalah modal utama seorang backpacker. Agar jalan-jalanmu sempurna jangan bawa Ransel berat. Bawa saja secukupnya agar rasa lelah tak mengganggu langkahmu. Rasa lelah dapat berpotensi konsumtif terhadap pemuas dahaga. Misalnya air minum. Memang betul manusia wajib mengkonsumsi banyak air, tapi jika lelah sudah menghantui, yakin deh kamu pasti tergoda di depan mini market untuk membeli minuman dingin meskipun di dalam ranselmu terdapat seliter air mineral hehe..

2. Siapkan alas tidur

Membawa alas tidur bukan berarti kamu menggotong kasur dan bantal. Namanya backpacker alas tidur bisa dimanipulasi dengan membawa matras. Anggap aja kamu sedang naik gunung hehe..

Jika di tengah perjalanan duitmu habis setelah bayar sewa hotel di Bali atau menginap cantik di bebek tepi sawah, kamu masih punya plan B, yaitu tidur di Masjid. Kalau kesulitan menemukan masjid, tidur saja di pinggir pantai beralaskan matras. Asal kamu tertib, yakinlah tak akan ada petugas yang mengusirmu. Naah, agar tidurmu nyaman jangan lupa bawa lotion anti nyamuk dan kain penutup tubuh, yaa..

3. Bawa peta dan Catatan Destinasi lengkap dengan rute perjalanan

Catatan destinasi sangat penting sekali. Apalagi kalau dilengkapi dengan rute perjalanan. Semua ini akan membantu waktu liburmu menyenangkan sebab kamu sudah memiliki pegangan kuat dan gak ada alasan kesasar, kecuali kamu yang ingin menyasarkan diri hehe..

Bagaimana, sudah yakin mau liburan ke Bali? Makanya baca Tips jitu jalan-jalan ke Bali bermodal duit cekak ini, kalau perlu catet, catet!